Hingga tepat dimana apa yang kutakutkan terjadi. Di penghujung malam, sebelum kau melayangkan lambaian. Pelukanmulah yang terakhir kali mengucapkan selamat tinggal. Setiap sekon menghantarkanmu pada kepergian. Aku yang tertinggal menaburkan begitu banyak benih lara. Menghujani tempat dimana kita harus berpisah. Kenyataannya begitu pahit. Untuk sekedar mengelak saja, begitu tak berdaya. Kemudian hanya kilasan bayang yang tersisa. Melihat punggungmu semakin menjauh, menggiringku kepada dunia yang semakin abu-abu. Akankah kau memaafkanku, jika aku masih. Masih menanti kepulanganmu. Ke-pelukanku sekali lagi?
dari segala yang pernah kutulis, kau selalu berada diatas itu semua.