Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2023

Tepat kala ketika kepergian itu terjadi

Hingga tepat dimana apa yang kutakutkan terjadi. Di penghujung malam, sebelum kau melayangkan lambaian. Pelukanmulah yang terakhir kali mengucapkan selamat tinggal. Setiap sekon menghantarkanmu pada kepergian. Aku yang tertinggal menaburkan begitu banyak benih lara. Menghujani tempat dimana kita harus berpisah. Kenyataannya begitu pahit. Untuk sekedar mengelak saja, begitu tak berdaya. Kemudian hanya kilasan bayang yang tersisa. Melihat punggungmu semakin menjauh, menggiringku kepada dunia yang semakin abu-abu. Akankah kau memaafkanku, jika aku masih. Masih menanti kepulanganmu. Ke-pelukanku sekali lagi?

Maaf, aku sudah menuntut sesuatu yang tidak mungkin..

bagaimana tak sesakit ini? aku mencoba membangun percaya sekali lagi, dengan tujuan memberi satu kesempatan yang kurasa perlu untuk kuberikan kepadamu. kupikir kamu mau -dan mampu memperbaiki. naas kemudian. hari ini, berat sudah kecewaku. aku yang selalu saja memberimu maaf, melupakan yang telah kamu lakukan, kini beralih menjadi "kita lihat saja nanti". maaf sayang. aku yang salah, terlalu membebaskanmu pun nyatanya tak sebaik yang kukira. membiarkanmu berkeliaran sesuka hati dengan membawa segala percaya yang aku beri ternyata malah jadi sakit hati yang seperih ini. maaf, jika nyatanya aku bisa kecewa. sekecewa ini. kuharap aku tak jera padamu. disini kita, bersama-sama, meski memulai awal untuk belajar berjalan kembali, dengan menggunakan kaki pincang karna cedera yang kamu sebabkan. tak apa. mari berusaha membangun percaya ini lagi. aku masih denganmu. disini.