Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2022

Memasung Cinta

  Bertahun-tahun aku mencari, "Dimana kamu sembunyikan cinta yang aku pinta? ".   Kuletakkan harap di bawah mimpiku bersamamu. Melekatkan cinta pada hati, yang melayang di atas bayang-bayang kita.   Masih, masih ada cinta yang tengah meraja, berusaha menjamah 'nyata' pada sebuah harap yang terselip dalam ucapan, "Aku menyayangimu. Sangat." ***   Hingga akhirnya tumbuhlah hal paling nyata yang mungkin saja memang berhak kuterima sebagai upah.  “Yaa, benih kecewa.”   Berharap jika cintamu adalah bayaran dari segala upaya yang telah kuusahakan.   "Boleh aku lelah?"   Aku merasa sudah berluap akan usaha dan jerih payah, namun hasilnya, bahkan sebijipun tak berbuah.   Kuputuskan untuk tak lagi mengejar apapun darimu. Kututup cerita ini. Kuhentikan hati yang tengah berlari, kupasungkan cintaku agar tak lagi tumbuh bersama seluruh harapku padamu.   ' Berhenti'.   Tak lagi aku mencari pintas. Bahkan untuk sekali lagi mencoba,  "Sudah. ...

Us

Sayang.. Kita mulai ini bersama. Seumur hidup bersama. Seumur hidup, Yang bukan dijalani dengan merasa 'lama banget'. Namun, Seumur hidup yang terus dinanti. Karena ada pembelajaran hidup, yang membuat masing-masing kita terus bertumbuh menjadi diri & pasangan yang lebih baik setiap harinya. Seumur hidup, Yang mampu dijalani dengan menerima apa adanya, namun sekaligus mampu mengingatkan satu sama lain, agar kita berdua mampu menjadi pribadi yang lebih baik. Seumur hidup, Yang dijalani dengan terus belajar berkomunikasi. Sampai menemukan 'cara' yang pas, sesuai dengan kita berdua. Sampai kamu yang tadinya kesulitan mengutarakan perasaan, dan aku yang meledak ledak, bisa saling berkomunikasi secara sehat. Sayang, Terimakasih untuk setiap hari baik yang telah kita lewati. Terimakasih kerana telah mencoba, Berusaha selalu ada dan selalu mengerti segala situasi. Perlahan, Tapi pasti, Karena kita berkembang, Serta saling memperbaiki. 🌻 Isnalee , Malang, 26 July 2022

“Glimpse of Us..”

   Sehancur apa aku? Seremuk apa diriku? Bahkan kamu saja tak tahu bagaimana rasanya aku disaat dan setelah apa yang kamu lakukan. Lalu, kamu berusaha membuatku reda dalam derunya luka.    Mungkin rasanya tak akan sesesak ini, jika aku tak pernah tahu betapa besar perjuangan yang kamu kerahkan untuk dia. Kuharap kamu tak pernah berniat menggunakan rasa cintaku untuk melupakan manusia lama yang pernah kamu punya. ***   Apa aku harus percaya ketika bibirmu bicara jika aku adalah yang paling sempurna? Namun ketahuilah, Sayang. Yang kamu rasa sempurna bahkan tak bisa mengganti apa yang saat ini masih kamu pikiri.    Rasa yang kutanam padamu adalah nyata. Bahkan saat aku tahu jika cintamu untukku hanyalah fana semata. Pernah sesaat ketika kamu bersamaku, di beberapa waktu, aku menyadari jika dirimu sedang merasa biru. Mungkin kamu terasa ragu, tetapi kamu menyangkal apa yang aku ucapkan. “Sudah, aku tak apa-apa, Sayang.” Aku mendekapmu ke dalam pelukanku, l...

Hati yang tertatih

  Aku tak sedang terluka karna sikapnya padaku. Aku hanya sedang mengingat bayangan bangsat yang masih melekat dan selalu menghantuiku. Hal-hal sedih yang tiap goresnya menyetel ulang segala duka di masa lama. Jika sudah seperti, aku harus bagaimana? Menghindar? Sudah selalu kucoba. Ikhlas? Bahkan acap kali berusaha lupa saja aku tak bisa, lalu bagaimana aku bisa mengikhlaskan yang sudah-sudah? ***   Lelucon lama kita, obrolan jenaka, bahkan hal konyol yang kita lakukan bersama rasanya masih melekat menjadi satu dengan bayangan biru wanitamu kala itu. Tuan, aku benci wanita itu, hingga sekarang. Kau memilihnya, lalu pergi dariku seakan-akan aku ini baik-baik saja jika kau tinggalkan. >>>> Mba, kita memang tak pernah bertemu sebelumnya. Sebelum ini, sebelum kau mengambil hati lelaki yang sampai saat ini masih kucintai, aku menganggap jika kamu adalah wanita anggun, jelita nan baik hatinya. Namun, sudah begini adanya. Terlanjur seperti ini keadaannya. Tak ada kata ma...

Kau cari bahagia yang seperti apa?

  Hanya karena hati ini selalu terbuka, tak berarti kita bebas keluar masuk mengacak-acak isi di dalamnya bukan? Dan jika obrolan kita searah dariku saja, keadaan sikapmu yang membuatku semakin lama semakin lelah, apa mungkin ini saatnya aku mundur dan menyerah? ***   Bukan hijau rumput tetangga yang salah. Namun, sudahkah kau lihat bagaimana caramu memandang dan menafsirkan seseorang?    Sebenarnya aku sangat ingin bertahan diantara dekap peluk hangatmu. Pun, aku masih sangat ingin menggenggam erat jari indah yang kau punya. Tidak melepas maupun menggenggam. Kita hanya menunggu waktu pasti kapan benar-benar disatukan, kapan benar-benar dipisahkan. Tapi nihil jika kau dan aku selalu kuusahakan menjadi kita. Bahkan saat kau bersamaku saja, terlihat jelas jika kau tak sedang merasakan bahagia.   Jika denganku kau tak merasakan secuil bahagia, lalu kau ini sedang mencari bahagia yang seperti apa? >>>> Takut melihatmu terluka, tapi tidak memiliki hak unt...

Semoga baik-baik saja..

Datangnya, merubah seluruh hidup yang aku punya. Merubah keseharian yang kulakukan. Membuatku merasakan suatu hal yang tak pernah kurasakan sebelumnya. (4-6-22) Sayang, kuharap kita mampu bertahan. Saling menggenggam dan tetap memeluk harapan yang masing-masing kita simpan. Sayang.. Bahkan acap kali, Hingga pelukan terakhir yang kau layangkan sebelum kau berpamit, Aku masih saja percaya, Bahwa perjumpaan dan baik-baik saja adalah milik kita. Semoga, Yaa. Isnalee, Malang, 10 Juni 2022

Puisiku lebur bersama cercahan hati yang pecah

Mengapa aku terpanah dalam ketakutan yang itu itu saja? Apa aku tak pernah menakutkan hal yang sama terjadi pada orang baru yang sempat ia kenali? Jelas adanya. Namun tak kusangka, ketakutan terbesarku ada pada traumatis lama. Tak apa, tenang. Ia pasti hilang, Perlahan. *** Namun, Melupakan saja tak cukup. Jika ikhlas adalah jalan terbaik, satu satunya. Artinya, segala usaha yang terkerah hanya percuma. Karna memang benar adanya jika, “Ikhlas itu dusta, yang ada hanya terpaksa lalu terbiasa”. Isnalee_ , Malang, 10 Juni 2022

Judulnya, Lama Tak Bersua

*** Selamat pagi, Embun.. Maaf terlalu manis, kerana aku sedang berada pada puncak cinta cintanya. Jangan tanya aku sedang kasmaran pada siapa. Jelasnya, ia lelaki yang pernah jadi incaranku waktu masih dalam pangkuan ibu, bocah kelas 6 SD yang masih ingusan, nyatanya kala itu tengah merasakan jatuh cinta yang hingga kini masih bersemi. Yaa, aku masih duduk dibangku SMA kelas 10. Masih sangat muda dan belia. *** Kembali pada topik embun, aku hanya sedang ingin memberi tahumu, Manis. Maaf, kerana tak lagi sehangat dulu, kita terlampau lama tak bersua. Aku sedang sibuk merangkai cita dibangku sekolah, hingga tak cukup memiliki waktu untuk lagi merawi kisah. Kuniatkan untuk bisa tetap berjabat kasih denganmu. Namun, maaf jika tak lagi berjabat lewat runtutan paragraf yang tercipta sebuah cerita. Kali ini, kulewatkan puisi puisi mungil yang sering terlintas di benakku saja yaa. Inti dan isinya akan tetap sama, karna ia tetap tersampaikan dengan lantunan kata dan kalimat yang indah. Terimak...

Hari Ini Istimewa 🦋

“Pagi, Mas" sapaku di hari yang paling kamu tunggu tunggu. “Panjang umur ya, Sayang” lanjutan dari kata yang terucap sebelumnya. (Suatu hari nanti saat ia baru membuka mata dan aku berada tepat di depannya) *** Hai, manusia favoritku! Selamat ya, kamu hari ini menang dan mendapatkan hadiah. Mau pilih hadiah apa? Mau celana, kaos, jam tangan atau aku aja? *** Hari ini istimewa ya?! Kamu bertambah tua, kamu lebih dulu beranjak menuju dewasa. Banyak harapan untukmu, Mas. Semoga hal hal baik selalu mengiringi jalanmu menuju bulan (katamu, kamu mau jadi astronot). Selalu ucapkan rasa syukur karena pedihmu tak lebih banyak dari nikmat yang telah kamu dapat. Doa doa indah selalu terlantun bersama hal hal yang kamu impikan, pintu pintu jawaban terbuka lebar untuk menjelaskan seluruh pertanyaan yang kamu tegaskan. Dan juga manusia manusia yang menyayangimu lebih dari yang kamu tahu. Lalu, aku disini hadir untuk melengkapi hal rumpang yang belum mampu kamu tambal. Ku ucapkan lagi, “Selama...

Rumah Tanpa Bangunan

     “Rumah tanpa bangunan yang pernah saya dirikan untuk kamu pulang, ternyata lebih kokoh dari tembok cina. Walau kokoh, sayangnya usang. Karna saya tak lagi mampu melukis bahagia di dalamnya. Kamu tak lagi ada dalam ruang bahagia yang saya punya. Ruang hidup yang lalu pernah ditempati, sekarang terasa hampa dan mati.” ***      Pamitmu yang lalu ternyata menggiringmu kepada pergi tanpa kembali. Dan aku yang masih menanti hingga saat ini tak pernah tahu kemana beranjaknya kamu pergi.     Jika kamu masih menyimpan alamat lama rumah ini, baca ulang dan carilah lagi. Tak pernah berubah, tak akan berganti. Alamatnya masih sama dan rasa yang ada di dalamnya terjamin rapih di setiap pojokan ruang yang pernah kita singgahi. Dinding rumah kita jadi saksinya. Setiap sisi ruangnya merekam segala hal yang pernah kita lakukan.     Tuan, jangan lupa pulang yaa. Pergimu tak pernah kuharapkan, namun kembalimu masih menjadi angan-anganku hingga sekaran...

Kolotnya Manusia

Aku ingat kali pertama kamu membuatku jatuh. Namun sayangnya kamu lakukan hal yang sama pada lain manusia. Kamu rangkai beribu makna cinta agar aku percaya. Bodohnya aku menampung segala harap yang nyatanya hanyalah sebuah tipu daya. Parahnya, walau sudah kamu goreskan luka, terhadapmu aku masih mengharapkan begitu banyak cinta. Berpikiran jika kamu mampu berubah dan akulah yang merubahnya. Mimpiku terlalu tinggi, berusaha menggapai angan yang tak seharusnya kuharapkan. Banyak yang menyangkal, mengataiku karna hal yang tak begitu masuk akal (pikir mereka). Meyakinkanku agar berbalik arah, namun atas asa yang ada, aku tetap berusaha.  Karna hatiku berkusu, kau layak jadi tuan rumahnya. Aku mengusahakanmu. Semesta pula, mengusahakan kita. Isnalee Malang, 12 Maret 2022

Durjana Terindah

Banyak yang harus kuceritakan tentang angan dan impian. Mencari cara agar kita mampu bersama dan menyatu. Berusaha mengikat kita yang tak searah dan tak kunjung temu. Menarik kembali perasaanmu agar kembali lagi kepadaku. Menata hal hal sederhana agar kamu baca. Menyetel ulang kenangan kenangan kita agar kamu tak lagi lupa. Nan harapku terhadapmu tak lagi mampu pudar bahkan sirna. Lalu aku dan kamu nantinya dapat berjalan seiringan menjadi " kita ". *** Tuhan baik, mempertemukan kita dalam waktu yang mungkin kali ini tak lagi salah. Meski jalan yang kita tempuh berliku dan terdapat alai belai yang berlimpah. Namun, Hanya terhadapmu aku mampu jatuh dan luluh. Dan karnamu, aku merasa bahagia walau hanya dalam sekedipan mata. *** Kamu adalah buah dari segala cinta, dan kamu adalah pemilik hangat dalam dingin yang kehilangan arah. Bersamamu aku merasakan bahagia yang tak terhingga. Kamu benar benar indah, tak lagi cukup jika kugambarkan keindahanmu dalam lirik maupun kata. Dan k...

Tepat hari ini

Aku menemukan sesuatu mengganjal yang tak seharusnya kubuka. Memang kadang Tuhan selalu membukakan jalan agar aku tahu bagaimana kebenarannya. *** Kutemukan itu dan kutulis ini, tepat hari ini. Dimana aku membuka hal yang bisa dibilang sangat privasi yang kamu sembunyikan dan kamu kunci dengan rapih. Mungkin saja niatmu baik agar kamu tak membuat aku sakit hati ketika aku melihatnya. Tapi jauh dalam hati kecilku aku bertanya, "J ika kamu saat ini bersamaku, lalu untuk apa kamu masih mengingat dan menyimpannya?  Dan untuk apa kamu masih menata rapih segala kenangannya?" . :) Namun, jika memang kamu belum selesai, selesaikan dulu urusanmu dengan wanitamu. Urusan "aku" biarkan kupecahkan sendiri karna sudah kubilang untuk urusan cinta dan sakit hati, aku telampau jauh darimu lebih mandiri. Jika masih tersisa cinta untuk dia, kembalilah. Cukup tahu apa yang sedang kamu pikirkan di beberapa waktu saat kamu berjalan bersamaku. Tatapanmu kosong seolah olah kamu memberi tan...

Kamu Sempurna

[01.43] Aku berpuisi saja malam ini. Menata kalimat dan bahasa untuk menceritakan betapa indah yang kupunya. Merawi kisah menjadi beberapa gatra, agar pembaca bisa membayangkan kamu sesempurna apa. *** Tertulis untukmu.. Kamu lebih dari indah, lebih jelas dari kilauan rasi bintang penunjuk arah, lebih bersinar dari purnama, lebih sejuk dari angin diujung teluk. Kamu lebih dari segala indah yang ada dalam semesta. Bisa memilikimu adalah hal manis tak terduga, yang dengan senang hati paling bisa kuterima. Seperti judulnya.. Kamu adalah karya Tuhan paling sempurna , hal terbahari yang paling kusenangi. Dan bagiku, kamu sudah lebih dari lebih. _____________________________________ “Jika merindukanmu adalah hal terberat yang pernah kupikul. Maka, jangan pernah kau jinjingkan beban, pada pundak yang lebih nyaman tanpa keringanan”. Isnalee Malang, 21 Feb 2022

November Rain, Bait kedua

Aku tak tahu harus sampai berapa bagian lagi aku bercerita. Terlalu banyak yang harus kutuliskan dilembar lembar berikutnya, sama halnya dengan luka yang kuterima di November kemarin lusa. *** Lukaku belum cukup kering karenamu. Masih terekam jelas memori pedih yang pernah sengaja kamu tancapkan dalam hati. Masih terbayang traumatis lama dimana kamu memilih dia. Walau bagimu sudah kadaluwarsa, untukku luka ini masih terasa sangat basah. Aku tak ingin kamu tinggalkan. Apalagi waktu itu aku benar benar membutuhkanmu (bahkan mungkin sampai sekarang). Aku hancur melihatmu sebahagia itu bersamanya. Aku iri, yang dimana kamu selalu meninggikan kedudukannya. Sebelumnya, aku tak pernah kau jadikan ratu dalam hatimu. Apa iya dulunya aku hanya selir yang kamu junjung dengan alasan hanya kasihan saja? Tuan, aku cemburu. *** Aku tak cantik, bahkan aku tak memiliki segalanya. Tak sepunya wanita yang sedang kamu genggam erat tangannya. Pun, terkadang aku sadar, benar aku terlampau kalah jika dibandi...

November Rain

   Ini bukan kisah yang diambil dari lagu Guns N' Roses yang biasa kau dengarkan di pojokan kamar. Aku sedang merawi cerita betapa pedihnya Novemberku kala itu. Aku izin mengisahkanmu ya.. Kuharap kamu tak keberatan dengan permohonan sederhanaku yang jika ditimbang, tak sebanding saat aku memintamu untuk pulang. *** Ini akan terasa sedikit sedih. Puisi puisi lama yang sudah kukubur dalam dalam, kini terpaksa harus kukeduk lagi. "Kenapa?" . Banyak manusia yang mempertanyakan dengan alasan apa aku kembali mengingatnya. Padahal sudah sangat gamblang jawabannya, karena " Aku masih sangat cinta." Sudah, aku memang selalu terdengar bodoh di telinga banyak manusia. Dengan ribuan saran dan ocehan yang kudengar,  "Lupakan saja, yang lebih baik darinya masih ada!".  Mungkin mereka benar. Kamu memang bukanlah segalanya, tapi segalanya terasa indah jika kamu ada. *** Namun... Percuma saja ketika aku bersusah payah menggenggammu. Sekuat apapun aku menggenggam, jik...

"Aku Pulang.."

Dari judulnya, terpampang jelas jika kehadiranmu kembali. Sudah lama kunantikan keajaiban Tuhan yang seperti ini. Aku selalu meminta pada-Nya agar kamulah yang menjadi tokoh utama lagi, sering kali terucap meskipun doanya terdengar lirih. *** "Gimana kabarmu?" , kisah ini dimulai saat kamu melantangkan sapaan kecilmu padaku hari itu. (Kali ini sedikit melanjai ceritanya, sedang berbunga bunganya aku mengisahkanmu). Badanku gemetar kala itu, tanganku berkeringat dan kakiku terasa beku. Aku menjawab dengan nada datar karna tak ingin kamu tahu jika aku masih menaruh harap yang besar terhadapmu. "Baik.." , jawabku. Memang singkat, tapi untuk secuil kata yang sebenarnya aku tak sedang baik baik saja perlu effort yang klimaks dalam mengucapkannya. Aku gugup... Aku menatapmu terus menerus, seolah olah mataku tak mampu berpaling dari nikmatnya memandangmu. Hingga hati kecilku berbisik, " Bisakah kamu kembali lagi? Aku rindu." Haha, kasihan ya aku. *** Pagi itu se...

September Kelabu

  Yaa, kita berjumpa lagi dan aku tetap menuliskan kisah tentangmu hari ini. Ini bisa terbilang masih pagi, tapi tatapan kosongku selalu mengingat jelas bagaimana raut wajahmu.   Jelasnya aku masih bertanya tanya, "Mengapa kamu selalu datang ketika aku berusaha lupa?". Sebenarnya aku mengerti jawaban atas apa yang sudah aku tanyakan, itu karena kamu terlalu indah . ***   Juli lalu kamu berkata seolah olah kamu ingin aku kembali. Tanpa pikir panjang, aku berusaha mengambil apa yang sebelumnya kau khianati. Kuputar otakku 180 derajat untuk percaya bahwa kamu mampu memperbaiki. Namun nyatanya? Ironi .   Yaa, ini aku yang selalu saja luluh dihadapanmu, bersikap seolah olah tak terjadi apa apa, padahal yang kamu ucapkan hanyalah penenang semata agar aku tak gundah.  Bahkan untuk seribu kali kamu mengucap kalimat dusta yang sama, aku pun tetap percaya.   Kuharap kamu masih mau membaca sedikit cerita tentangmu yang kutulis lengkap dengan pemanis yang p...

Yang Bertahta

   Bukan seperti ini yang kupinta. Helai helai sayap yang patah berjatuhan tepat di depan matanya. Seandainya saja kau tau jika arah yang kutuju dari dulu adalah kamu, mungkin kau tak akan semudah ini mengabaikanku.   Tapi terkadang percuma apa yang kusampaikan saat minggu lalu aku bertemu denganmu. Bahkan kapan dan dimana kita berjumpa, kamu saja lupa. Lalu untuk apa kupertahankan yang sia sia?   Betapa bodohnya aku, menceritakanmu dengan penuh semangat dan gairah. Bahkan kawan kawanku saja sudah cukup bosan mendengar namamu saat kusebut dalam kisah yang selalu ku ulang ulang perbaitnya. "Dia benar benar sempurna, bahkan semesta pun tak 'kan pernah bisa menandinginya.."   Aku mendambakanmu dalam deru hujan dan helaan nafas angin malam. Menatap langit dengan tanda tanya ditambah panjatan doa yang selalu sama, "Tuhan, bisakah aku memilikinya?.."   Aku khawatir akan kita yang tak selalu sama. Dengan pinta yang berbeda, dan tujuan yang tak searah. Yang kutakut...