Bukan seperti ini yang kupinta.
Helai helai sayap yang patah berjatuhan tepat di depan matanya. Seandainya saja kau tau jika arah yang kutuju dari dulu adalah kamu, mungkin kau tak akan semudah ini mengabaikanku.
Tapi terkadang percuma apa yang kusampaikan saat minggu lalu aku bertemu denganmu. Bahkan kapan dan dimana kita berjumpa, kamu saja lupa.
Lalu untuk apa kupertahankan yang sia sia?
Betapa bodohnya aku, menceritakanmu dengan penuh semangat dan gairah. Bahkan kawan kawanku saja sudah cukup bosan mendengar namamu saat kusebut dalam kisah yang selalu ku ulang ulang perbaitnya.
"Dia benar benar sempurna, bahkan semesta pun tak 'kan pernah bisa menandinginya.."
Aku mendambakanmu dalam deru hujan dan helaan nafas angin malam. Menatap langit dengan tanda tanya ditambah panjatan doa yang selalu sama, "Tuhan, bisakah aku memilikinya?.."
Aku khawatir akan kita yang tak selalu sama. Dengan pinta yang berbeda, dan tujuan yang tak searah. Yang kutakutkan hanya ketika, aku memilihmu dan kau memilihnya.
"Lalu untuk apa aku berdiri disini?.." terbesit secuil tanya dalam benakku.
Apa kau tahu? Hatiku selalu ingin menanti kehadiranmu lagi. Masih terbuka jalan yang lebar jika kau ingin kembali.
Aku tak akan pernah melangkah jauh darimu.
Bagaimana caraku menjauh? Sedangkan bayangmu saja selalu mengitari seluruh alam bawah sadarku.
Aku terlalu berhalusinasi. Mengharapkanmu kembali dengan rasa yang utuh, mengerahkan segala cintamu dan berdiri kokoh untuk menjadi sandaranku.
Ahh pikiranku terlalu dangkal, berani kolot hingga aku bertengkar dengan banyak orang. Berusaha menegaskan bahwa kamu tak seburuk yang mereka bayangkan.
Mengalah karna yang kutahu masih banyak kurang dalam diriku (mungkin ini yang menjadi alasan kamu berpaling dari pandanganku).
Kamu tahu?
Kamu satu satunya manusia yang paling kunanti untuk kembali.
Jika sekilas kau membaca ini, kuharap kau bersedia untuk bertahta lagi.
Aku pernah membaca ayat yang berbunyi, "Ketika cintamu terhadapnya bukan untuk dimiliki, yakinlah Allah akan menghapus cintamu saat ini dan mengganti cintamu yang jauh lebih baik lagi.."
Kuharap cinta yang jauh lebih baik itu tetaplah kamu yang sejak awal sudah menjadi arah dan tujuanku..
Aku mencintaimu..
Malang, 9 Feb 2022