Langsung ke konten utama

Yang Bertahta

  Bukan seperti ini yang kupinta.
Helai helai sayap yang patah berjatuhan tepat di depan matanya. Seandainya saja kau tau jika arah yang kutuju dari dulu adalah kamu, mungkin kau tak akan semudah ini mengabaikanku.
  Tapi terkadang percuma apa yang kusampaikan saat minggu lalu aku bertemu denganmu. Bahkan kapan dan dimana kita berjumpa, kamu saja lupa.
Lalu untuk apa kupertahankan yang sia sia?
  Betapa bodohnya aku, menceritakanmu dengan penuh semangat dan gairah. Bahkan kawan kawanku saja sudah cukup bosan mendengar namamu saat kusebut dalam kisah yang selalu ku ulang ulang perbaitnya.
"Dia benar benar sempurna, bahkan semesta pun tak 'kan pernah bisa menandinginya.."
  Aku mendambakanmu dalam deru hujan dan helaan nafas angin malam. Menatap langit dengan tanda tanya ditambah panjatan doa yang selalu sama, "Tuhan, bisakah aku memilikinya?.."
  Aku khawatir akan kita yang tak selalu sama. Dengan pinta yang berbeda, dan tujuan yang tak searah. Yang kutakutkan hanya ketika, aku memilihmu dan kau memilihnya.
"Lalu untuk apa aku berdiri disini?.." terbesit secuil tanya dalam benakku.
  Apa kau tahu? Hatiku selalu ingin menanti kehadiranmu lagi. Masih terbuka jalan yang lebar jika kau ingin kembali.
Aku tak akan pernah melangkah jauh darimu.
Bagaimana caraku menjauh? Sedangkan bayangmu saja selalu mengitari seluruh alam bawah sadarku.
  Aku terlalu berhalusinasi. Mengharapkanmu kembali dengan rasa yang utuh, mengerahkan segala cintamu dan berdiri kokoh untuk menjadi sandaranku.
  Ahh pikiranku terlalu dangkal, berani kolot hingga aku bertengkar dengan banyak orang. Berusaha menegaskan bahwa kamu tak seburuk yang mereka bayangkan.
Mengalah karna yang kutahu masih banyak kurang dalam diriku (mungkin ini yang menjadi alasan kamu berpaling dari pandanganku).
  
  Kamu tahu?
Kamu satu satunya manusia yang paling kunanti untuk kembali.
Jika sekilas kau membaca ini, kuharap kau bersedia untuk bertahta lagi.
  Aku pernah membaca ayat yang berbunyi, "Ketika cintamu terhadapnya bukan untuk dimiliki, yakinlah Allah akan menghapus cintamu saat ini dan mengganti cintamu yang jauh lebih baik lagi.."
Kuharap cinta yang jauh lebih baik itu tetaplah kamu yang sejak awal sudah menjadi arah dan tujuanku..


Aku mencintaimu..

Malang, 9 Feb 2022

Postingan populer dari blog ini

September Kelabu

  Yaa, kita berjumpa lagi dan aku tetap menuliskan kisah tentangmu hari ini. Ini bisa terbilang masih pagi, tapi tatapan kosongku selalu mengingat jelas bagaimana raut wajahmu.   Jelasnya aku masih bertanya tanya, "Mengapa kamu selalu datang ketika aku berusaha lupa?". Sebenarnya aku mengerti jawaban atas apa yang sudah aku tanyakan, itu karena kamu terlalu indah . ***   Juli lalu kamu berkata seolah olah kamu ingin aku kembali. Tanpa pikir panjang, aku berusaha mengambil apa yang sebelumnya kau khianati. Kuputar otakku 180 derajat untuk percaya bahwa kamu mampu memperbaiki. Namun nyatanya? Ironi .   Yaa, ini aku yang selalu saja luluh dihadapanmu, bersikap seolah olah tak terjadi apa apa, padahal yang kamu ucapkan hanyalah penenang semata agar aku tak gundah.  Bahkan untuk seribu kali kamu mengucap kalimat dusta yang sama, aku pun tetap percaya.   Kuharap kamu masih mau membaca sedikit cerita tentangmu yang kutulis lengkap dengan pemanis yang p...

November Rain, Bait kedua

Aku tak tahu harus sampai berapa bagian lagi aku bercerita. Terlalu banyak yang harus kutuliskan dilembar lembar berikutnya, sama halnya dengan luka yang kuterima di November kemarin lusa. *** Lukaku belum cukup kering karenamu. Masih terekam jelas memori pedih yang pernah sengaja kamu tancapkan dalam hati. Masih terbayang traumatis lama dimana kamu memilih dia. Walau bagimu sudah kadaluwarsa, untukku luka ini masih terasa sangat basah. Aku tak ingin kamu tinggalkan. Apalagi waktu itu aku benar benar membutuhkanmu (bahkan mungkin sampai sekarang). Aku hancur melihatmu sebahagia itu bersamanya. Aku iri, yang dimana kamu selalu meninggikan kedudukannya. Sebelumnya, aku tak pernah kau jadikan ratu dalam hatimu. Apa iya dulunya aku hanya selir yang kamu junjung dengan alasan hanya kasihan saja? Tuan, aku cemburu. *** Aku tak cantik, bahkan aku tak memiliki segalanya. Tak sepunya wanita yang sedang kamu genggam erat tangannya. Pun, terkadang aku sadar, benar aku terlampau kalah jika dibandi...

Perih. Rasanya seperti dibunuh tapi tak mati. (part hancur sejenak)

Menjengkelkan bukan? Jika ditempatkan pada situasi yang teramat sangat bangsat. Dimana kita dipaksa untuk terus menerus mempercayai hal yang sebenarnya kita paham betul, jika semuanya hanya mengada-ada. Aku mengalah. Sangat mengalah. Mengesampingkan diriku sendiri demi mereka yang senantiasa kamu sanjung dan kamu bangga-banggakan keberadaannya. Aku memaklumi. Memaklumi sekali. Tapak kilas yang pernah kamu perbuat kemudian terulang sebagai hal baru, dengan tema yang sama-sama mengandung pilu untukku. Aku ikhlas. Tapi Tuhan tahu, jika ikhlas adalah hal paling sulit bagiku. Membiarkanmu berkeliaran sekali lagi dengan membawa percayaku, yang ujung-ujungnya kamu rusak kembali. Aku memaafkanmu. Sungguh dengan seribu pintu yang senantiasa terbuka untuk segala ketidaktepatan yang kerapkali kamu lakukan. *** Sayangg.. Maaf untuk tidak adanya kesempatan yang kubuka ulang untukmu di waktu-waktu mendatang. 3 kesempatan yang kamu punya sudah terlewatkan, seluruhnya. Kali ini, adalah kali terakhirny...