Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2022

“Glimpse of Us..”

   Sehancur apa aku? Seremuk apa diriku? Bahkan kamu saja tak tahu bagaimana rasanya aku disaat dan setelah apa yang kamu lakukan. Lalu, kamu berusaha membuatku reda dalam derunya luka.    Mungkin rasanya tak akan sesesak ini, jika aku tak pernah tahu betapa besar perjuangan yang kamu kerahkan untuk dia. Kuharap kamu tak pernah berniat menggunakan rasa cintaku untuk melupakan manusia lama yang pernah kamu punya. ***   Apa aku harus percaya ketika bibirmu bicara jika aku adalah yang paling sempurna? Namun ketahuilah, Sayang. Yang kamu rasa sempurna bahkan tak bisa mengganti apa yang saat ini masih kamu pikiri.    Rasa yang kutanam padamu adalah nyata. Bahkan saat aku tahu jika cintamu untukku hanyalah fana semata. Pernah sesaat ketika kamu bersamaku, di beberapa waktu, aku menyadari jika dirimu sedang merasa biru. Mungkin kamu terasa ragu, tetapi kamu menyangkal apa yang aku ucapkan. “Sudah, aku tak apa-apa, Sayang.” Aku mendekapmu ke dalam pelukanku, l...

Hati yang tertatih

  Aku tak sedang terluka karna sikapnya padaku. Aku hanya sedang mengingat bayangan bangsat yang masih melekat dan selalu menghantuiku. Hal-hal sedih yang tiap goresnya menyetel ulang segala duka di masa lama. Jika sudah seperti, aku harus bagaimana? Menghindar? Sudah selalu kucoba. Ikhlas? Bahkan acap kali berusaha lupa saja aku tak bisa, lalu bagaimana aku bisa mengikhlaskan yang sudah-sudah? ***   Lelucon lama kita, obrolan jenaka, bahkan hal konyol yang kita lakukan bersama rasanya masih melekat menjadi satu dengan bayangan biru wanitamu kala itu. Tuan, aku benci wanita itu, hingga sekarang. Kau memilihnya, lalu pergi dariku seakan-akan aku ini baik-baik saja jika kau tinggalkan. >>>> Mba, kita memang tak pernah bertemu sebelumnya. Sebelum ini, sebelum kau mengambil hati lelaki yang sampai saat ini masih kucintai, aku menganggap jika kamu adalah wanita anggun, jelita nan baik hatinya. Namun, sudah begini adanya. Terlanjur seperti ini keadaannya. Tak ada kata ma...

Kau cari bahagia yang seperti apa?

  Hanya karena hati ini selalu terbuka, tak berarti kita bebas keluar masuk mengacak-acak isi di dalamnya bukan? Dan jika obrolan kita searah dariku saja, keadaan sikapmu yang membuatku semakin lama semakin lelah, apa mungkin ini saatnya aku mundur dan menyerah? ***   Bukan hijau rumput tetangga yang salah. Namun, sudahkah kau lihat bagaimana caramu memandang dan menafsirkan seseorang?    Sebenarnya aku sangat ingin bertahan diantara dekap peluk hangatmu. Pun, aku masih sangat ingin menggenggam erat jari indah yang kau punya. Tidak melepas maupun menggenggam. Kita hanya menunggu waktu pasti kapan benar-benar disatukan, kapan benar-benar dipisahkan. Tapi nihil jika kau dan aku selalu kuusahakan menjadi kita. Bahkan saat kau bersamaku saja, terlihat jelas jika kau tak sedang merasakan bahagia.   Jika denganku kau tak merasakan secuil bahagia, lalu kau ini sedang mencari bahagia yang seperti apa? >>>> Takut melihatmu terluka, tapi tidak memiliki hak unt...

Semoga baik-baik saja..

Datangnya, merubah seluruh hidup yang aku punya. Merubah keseharian yang kulakukan. Membuatku merasakan suatu hal yang tak pernah kurasakan sebelumnya. (4-6-22) Sayang, kuharap kita mampu bertahan. Saling menggenggam dan tetap memeluk harapan yang masing-masing kita simpan. Sayang.. Bahkan acap kali, Hingga pelukan terakhir yang kau layangkan sebelum kau berpamit, Aku masih saja percaya, Bahwa perjumpaan dan baik-baik saja adalah milik kita. Semoga, Yaa. Isnalee, Malang, 10 Juni 2022

Puisiku lebur bersama cercahan hati yang pecah

Mengapa aku terpanah dalam ketakutan yang itu itu saja? Apa aku tak pernah menakutkan hal yang sama terjadi pada orang baru yang sempat ia kenali? Jelas adanya. Namun tak kusangka, ketakutan terbesarku ada pada traumatis lama. Tak apa, tenang. Ia pasti hilang, Perlahan. *** Namun, Melupakan saja tak cukup. Jika ikhlas adalah jalan terbaik, satu satunya. Artinya, segala usaha yang terkerah hanya percuma. Karna memang benar adanya jika, “Ikhlas itu dusta, yang ada hanya terpaksa lalu terbiasa”. Isnalee_ , Malang, 10 Juni 2022