Aku ingat kali pertama kamu membuatku jatuh. Namun sayangnya kamu lakukan hal yang sama pada lain manusia. Kamu rangkai beribu makna cinta agar aku percaya. Bodohnya aku menampung segala harap yang nyatanya hanyalah sebuah tipu daya.
Parahnya, walau sudah kamu goreskan luka, terhadapmu aku masih mengharapkan begitu banyak cinta. Berpikiran jika kamu mampu berubah dan akulah yang merubahnya.
Mimpiku terlalu tinggi, berusaha menggapai angan yang tak seharusnya kuharapkan. Banyak yang menyangkal, mengataiku karna hal yang tak begitu masuk akal (pikir mereka). Meyakinkanku agar berbalik arah, namun atas asa yang ada, aku tetap berusaha.
Karna hatiku berkusu, kau layak jadi tuan rumahnya.
Aku mengusahakanmu. Semesta pula, mengusahakan kita.
Malang, 12 Maret 2022