Aku menemukan sesuatu mengganjal yang tak seharusnya kubuka. Memang kadang Tuhan selalu membukakan jalan agar aku tahu bagaimana kebenarannya.
***
Kutemukan itu dan kutulis ini, tepat hari ini. Dimana aku membuka hal yang bisa dibilang sangat privasi yang kamu sembunyikan dan kamu kunci dengan rapih. Mungkin saja niatmu baik agar kamu tak membuat aku sakit hati ketika aku melihatnya. Tapi jauh dalam hati kecilku aku bertanya, "Jika kamu saat ini bersamaku, lalu untuk apa kamu masih mengingat dan menyimpannya? Dan untuk apa kamu masih menata rapih segala kenangannya?".
:)
Namun, jika memang kamu belum selesai, selesaikan dulu urusanmu dengan wanitamu. Urusan "aku" biarkan kupecahkan sendiri karna sudah kubilang untuk urusan cinta dan sakit hati, aku telampau jauh darimu lebih mandiri. Jika masih tersisa cinta untuk dia, kembalilah.
Cukup tahu apa yang sedang kamu pikirkan di beberapa waktu saat kamu berjalan bersamaku. Tatapanmu kosong seolah olah kamu memberi tanda jika kamu ini sedang sangat gundah (saat memilah antara aku atau dia).
Sayang.. Bukan aku tak percaya, namun jika kamu masih menyimpan segala rasa untuknya, maka kembalilah dan selesaikan semua dengannya. Jika kamu merasa telah usai, maka aku tetap berdiri disini menantimu dengan hati yang sedikit lecet dan air mata yang berderai.
Ketahuilah;
Aku mencintaimu, sepenuhnya.
Ini yang terdalam dari hatiku. Cuma satu, hanya kamu.
Malang, 3 Maret '22