Bertahun-tahun aku mencari, "Dimana kamu sembunyikan cinta yang aku pinta?".
Kuletakkan harap di bawah mimpiku bersamamu. Melekatkan cinta pada hati, yang melayang di atas bayang-bayang kita.
Masih, masih ada cinta yang tengah meraja, berusaha menjamah 'nyata' pada sebuah harap yang terselip dalam ucapan,
"Aku menyayangimu. Sangat."
***
Hingga akhirnya tumbuhlah hal paling nyata yang mungkin saja memang berhak kuterima sebagai upah.
“Yaa, benih kecewa.”
Berharap jika cintamu adalah bayaran dari segala upaya yang telah kuusahakan.
"Boleh aku lelah?"
Aku merasa sudah berluap akan usaha dan jerih payah, namun hasilnya, bahkan sebijipun tak berbuah.
Kuputuskan untuk tak lagi mengejar apapun darimu.
Kututup cerita ini. Kuhentikan hati yang tengah berlari, kupasungkan cintaku agar tak lagi tumbuh bersama seluruh harapku padamu.
'Berhenti'.
Tak lagi aku mencari pintas. Bahkan untuk sekali lagi mencoba,
"Sudah. Kucukupkan kali ini untuk semua."
"Aku pergi."
Maaf jika tak 'kan pernah lagi kamu temui,
Maaf jika tak lagi sempat untuk kembali.
🥀
>>>>
Gugur anganku, bersama cinta yang kupasung untuk tak lagi menemukanmu.
Malang, 31 July 2022